Kiat Sukses Masuk STAN

Menurut penulis, sebenarnya tidak ada kiat tertentu agar sukses dapat diterima menjadi mahasiswa/mahasiswa STAN. Namun tidak ada salahnya, calon peserta USM STAN mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar peluangnya lebih besar dan dapat bersaing dengan puluhan bahkan ratusan ribu peserta lain.

Ada beberapa faktor-faktor pendukung agar sukses bisa diterima di STAN, yang terdiri dari beberapa unsur pokok, yaitu :

* Kecerdasan Akademik
* Kecerdasan Emosi dan Mental
* Kecerdasan Spiritual

Kecerdasan Akademik
Sebagai prasarat mutlak untuk bisa mengikuti seleksi awal USM STAN adalah kemampuan akademik, yaitu berupa nila rata-rata ujian tertulis minimal 7,0. Entah itu ada nilai 5, 9 dan seterusnya, yang penting memenuhi minimal rata-rata yang dipersyaratkan.

Setelah Anda memenuhi persyaratan ini, baru bisa mendaftar sebagai peserta ujian, namun ini baru permulaan dan baru memenuhi syarat menjadi peserta, nah untuk memperbesar peluang diterima di STAN ada beberapa lagi kemampuan yang dibutuhkan diantaranya kecerdasan emosi dan mental serta kecerdasan spiritual.

Persiapan secara akademik yang perlu dipersiapkan sejak dini, antara lain :

Potensi Akademik & Kemampuan Umum, yang dapat ditingkatkan dan dilatih sejak dini dengan mempelajari buku persiapan masuk stan yang banyak diterbitkan alumni stan, sebaiknya pilihlah buku persiapan/kumpulan soal yang tingkat kesalahannya kecil dan yang berkualitas. Kemampuan umum dapat ditingkatkan dengan mengikuti perkembangan isue terkini dari televisi, koran, radio, dll.

Bahasa Inggris, yang dapat ditingkatkan dengan mengikuti kursus-kursus yang banyak diselenggarakan lembaga nonformal.

Bahasa Indonesia, Materi bahasa Indonesia biasanya porsinya paling sedikit, namun juga perlu dipersiapkan dengan baik agar dapat mendongkrak total nilai, kelihatannya Bahasa Indonesia sangat mudah, namun jika tidak teliti, banyak peserta yang terjebak, oleh karena itu miliki pula buku pedoman ejaan yang disempurnakan.

Kecerdasan Emosional dan Mental

Meskipun secara akademik,nilai yang kita peroleh sangat bagus, namun jika saat ujian tidak siap secara emosional dan mental, mungkin panik, grogi, dan lain-sebagainya, hal ini akan sangat mempengaruhi hasil akhir yang kita peroleh, karena akan memecah konsentrasi dan akhirnya tidak bisa mengerjakan soal dengan baik.

Kecerdasan Spiritual

Menurut penulis, justru kecerdasan spiritual ini merupakan faktor paling menentukan. Sepandai apapun jika Tuhan tidak menghendaki maka mustahil bisa sukses dalam ujian masuk STAN, namun walaupun secara akademis biasa-biasa saja, tidak menutup kemungkinan bisa diterima di STAN. Oleh karena itu selain persiapan fisik, mental emosional, jangan lupakan persiapan spiritual.

Apa itu persiapan spiritual?

Jika semua persiapan sudah dilakukan, maka jangan lupa untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Menentukan (Yang Maha Meluluskan), agar selalu diberikan kesehatan, diberikan kemudahan untuk menyerap materi pelajaran, diberikan kemudahan untuk mengingat materi dan diberikan petunjuk untuk mempelajari materi yang akan diujikan, mendapat bimbingan saat ujian serta dapat sukses melaksanakan ujian. Persiapan spiritual selain dilakukan dengan banyak berdoa, juga banyak minta doa orang tua, saudara, teman serta dengan memperbanyak sedekah, yang intinya selalu berusaha berdekat-dekat dengan penentu keputusan (Tuhan YME).

Setelah itu semua kita lakukan, kita harus menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Meluluskan.

Selamat bergabung dengan keluarga besar Departemen Keuangan, dan menjadi pengelola keuangan negara yang handal, cerdas dan jujur.

diperkenankan mencopy, menyebarkan dengan menuliskan sumbernya (www.stan-prodip.info)

Lockerz menggegerkan pengguna internet dunia

bukti di Kaskus:

Sampe ada Group Lokerz Indonesia di Facebook

Ada apa Gerangan?
Sebenernya, Apa lockerz itu?
Lockerz adalah komunitas di seluruh dunia dimana anggota dapat mencari hiburan, belanja, dan jaringan sosial penuh di satu situs. Anggota dihadiahi PTZ apabila menonton video, bermain game, menjawab pertanyaan harian atau bahkan hanya login. Saat ini ada banyak cara untuk memperoleh PTZ (Points), yang merupakan mata uang di Lockerz. Ketika Anda mengumpulkan PTZ Anda akan dapat menukarkan mereka di PTZ Place dengan, paypal, macbook, Ipod, PS3, Nintendo Wii, Game Original, pakaian, peralatan olah raga, dan lebih banyak lagi!


Lockerz Office

Foto Hadiah Sebelum Di Kirim Di Kantornya Lockerz:

Yang udah dapet hadiah

Foto member yang udah dapet hadiah:



Hadiah yang ditawarkan

List lengkap bisa di liat di http://hubpages.com/hub/Lockerz-Prizes
Buat yang udah jadi member hadiah bs dilihat di lockerz.com/redeem
atau mau tau siapa aja sih yg udah dapet hadiah2nya? talkprizes.com/prizes_received/

FAQ

Q : Koq gw ga isa redemm?? mana hadiahnya???
A : hadiah ngga tiap saat bisa di minta, tapi dalam tempo waktu tertentu Untuk bulan ini penukaran tanggal 25.
Wave 1 = 6.00 – 7.00 pm
Wave 2 = 8.00 – 9.00 pm
Wave 3 = 10.00 – 11.00 pm (timezone=GMT-5)

Q : caranya nuker gimana??
A : klik redeem di atas page lockerz, dan (biasanya) tiap tanggal 15 tiap bulan baru ada barang2 dateng.

Q : klo gw udah redeem kira2 kapan yah barangnya nyampe??
A : katanya sih kalo di luar US ama Canada nunggu 3~4 mingguan

Q : trus z-list itu apaan gan??
A : z-list itu semacam ‘penghargaan’ buat kita karena udah merekrut 20 orang refferal

Q : fungsinya buat apa?
A : ada 3 fungsinya
1.jadi member vip
2.sekali dapet bukan 2 ptz tapi 4 ptz
3.dapet t-shirt lockerz, dikirim ampe depan rumah

Q : enak donk??
A : ya iyalah, masa ya iya sih??

Q : cara daftarnya gimana??, koq ga ada tempat daftarnya??
A : harus di invite temen, ga punya temen yang maen lockerz?? sini biar ta invite, PM ane aja gan

Q : mana invitationnya gan?? koq ga ada di inbox ane??
A : cek folder spam/junk, soalna ad beberapa e-mail provider yg nganggap itu junk/spam

Q : mana??? koq masih ga adaa??!!! nipuu yaa???!!!
A : bukan PM, tapi inbox e-mail (yahoo,hotmail,gmail,dll)

Q : ihh.. ia ia, gw tau!! gw udah buka yahoo mail gw, tapi mana??
A : sabar gan, invitationnya itu ngga pas di kirim langsung nyampe, bisa aja harus nuggu dulu berapa menit/jam, kalo lagi untung ya langsung nyampe

Q : abis gw login ngapaen aja??
A : ok to the point

1.di kiri bawah klik [DAILY LOGIN] dapet deh 2ptz
2.di kanan bawah klik [DAILIES] trus ntar loncat ke page baru, trus ada pertanyaan macem2, cari aja yang paling atas trus jawab pertanyaan ka-ching dapet deh 2ptz
3.nntn video yang ada di menu play ka-ching dapet 2 ptz

Ternyata cara mendapatkan PTZ (Point) kayak gini Gan
Dimana ya sumber PTZ?. PTZ bisa didapat dari (sampai saat ini baru) 4 sumber.
1. Login (2 PTZ)
2. Jawab daily question (2 PTZ)
3. Nonton Video (2 PTZ)
4. Invite Teman (2 PTZ) Kalo udah dapet 20 orang, PTZ jadi 2 Kali lipat

Analogi mendapatkan PTZ
————————————————————————-
Day 1 (34 PTZ)
1. Minta invitation ke ane. Lalu daftar.
2. Login dan jawab pertanyaan harian (2+2 = 4 PTZ)
3. Tonton 10 Video (10×2 = 20 PTZ)
3. Ajak min 5 teman (2×5 = 10 PTZ)

Day 2 (34 PTZ)
1. Login dan jawab pertanyaan harian (2+2 = 4 PTZ)
2. Tonton 10 Video (10×2 = 20 PTZ)
3. Ajak min 5 teman lagi (2×5 = 10 PTZ)

Day 3 (44 PTZ)
1. Login dan jawab pertanyaan harian (2+2 = 4 PTZ)
2. Tonton 10 Video (10×2 = 20 PTZ)
3. Ajak 10 teman lagi/sisanya (10×2 = 20 PTZ)
————————————————————————-

trus kalo udah 325 PTZ bisa dapet ipod touch 8GB :mayan kan

Daripada ane bingung-bingung, mendingan ane ikutan aja Gan, lumayan kan kalo dapet

Kalau agan2 berminat, PM email agan ke ane atau klik aja link ini

Lockerz invites

Ini dia fakta tentang penampakan UFO di blok M

Telah beredar berita penampakan UFO di Blok M Jakarta,sekilas foto tersebut sangat membuat bulu kuduk kita merinding karena bentuknya menyerupai asli tapi pada saat saya telursuri kebenaranya foto tersebut adalah HOAX besar. Itu dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang hanya ke-isengan belaka tapi dari isengnya itu berdampak besar terbukti dengan banyaknya pemberitaan dimedia massa atas foto tersebut.

Sampai dengan hari ini telefon saya terus berdering seiring pemberitaan yang beredar menanyakan kebenaran foto itu berhubung saya belum melihat foto aslinya dan baru pagi ini memdapatkan foto aslinya dari kerabat saya di beta-ufo.

Ini sedikit kutipan dari Nur Agustinus di beta-ufo.
saya merasa pernah melihat bentuk UFO tersebut di foto yang lain. Hoaxer di masa lalu agak sulit dibuktikan karena umumnya menggunakan obyek yang diterbangkan, misalnya topi atau benda lain, sehingga perlu diteliti mengenai sudut bayangan, dan lain sebagainya. Namun hoaxer di masa kini lebih suka mengutak-atik gambar lewat komputer. Jadi, kalau cuma copy-paste dari gambar yang sudah ada, bagi yang sering lihat foto-foto UFO, kemungkinan dikenali lebih besar.

Sebelumnya media cetak dan online melansir adanya objek aneh yang tertangkap kamera oleh seseorang yang menolak disebutkan namanya,foto dikirimkan ke Facebook wartakota dan dirilis beritanya pagi ini diwartaakota cetak (16/10).

Ini berita yang dilansir oleh wartakota.
Palmerah, Warta Kota
Sebuah benda terbang asing atau unidentified flying objects (UFO) melayang di atas sebuah apartemen di Jalan Pakubuwono atau di dekat Blok M, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.
Benda yang diduga UFO alias piring terbang itu dipotret seorang warga yang menolak identitasnya dicantumkan. Foto tersebut diterima Warta Kota melalui Facebook, Kamis (15/10).

Menurut si pemotret, obyek tersebut tidak sengaja tertangkap kamera. Saat itu, dia sebenarnya sedang memotret bangunan apartemen di Jalan Pakubuwono VI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dari dalam mobil.
Ketika hasil jepretan diamati dengan teliti, ternyata ada benda asing yang melayang di atas apartemen itu. Ketika citra benda asing itu diperbesar, benda itu tampak seperti piring dengan sejumlah jendela di bagian bawah. Mirip piring terbang dalam film fiksi ilmiah buatan Hollywood.

Tapi memang saya akui foto tersebut sangat bagus dan rapih sekali,jadi tidak ada kesan edit komputer kalau kita tidak membandingkannya dengan foto-foto UFO yang lain kita akan terkecoh dan meyakini kebenaran foto tersebut. Seperti yang ditulis oleh rekan saya dari beta-ufo,foto ini dibandingkan dengan penampakan UFO di Green Bay, Wisconsin, USA pada bulan januari 2007.

UFO Di Blok M

Kemiripan inilah yang akhirnya sudah bisa dinyatakan sebagai kobohongan atas orang yang tidak bertanggung jawab,kemajuan teknologi ditambah dengan daya imajenasi seseorang kita dapat dengan mudah membuat foto-foto palsu dan penggadaan foto menjadi satu foto yang bagus dan bisa menghebohkan seperti foto UFO di Blok M ini. Oleh karena itu kita harus berhati-hati atas beredarnya rumor-rumor ini dan ini juga harus dijadikan sebagai kewaspadaan kepada para Pengamat UFO Indonesia.

Wow!!! Polri Akan Bentuk Densus 99 untuk Memburu Koruptor

Densus 88Benarkah Polri akan membentuk Tim Densus 99 Anti Koruptor untuk memburu para Koruptor yang masih banyak bernafas lega di Republik ini…???

Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah KH Ahmad Mustofa Bisri, akrab disapa Gus Mus, mengusulkan kepada Polri untuk membentuk Detasemen Khusus (Densus) 99 atau apapun namanya yang bertugas memburu koruptor.

“Usulan ini hanya pikiran saya saja, mengingat Densus 88 yang dibentuk Polri sudah menunjukkan kinerjanya dalam memberantas jaringan teroris di Indonesia,” ujarnya di Kudus, Minggu (1/11).

Sedangkan pemberantasan terhadap korupsi, kata dia, hingga kini tidak bisa seperti halnya pemberantasan teroris tanpa kenal ampun. “Bahkan, anggota teroris yang tertangkap langsung ditembak,” ujarnya.

“Yang terjadi sekarang dalam upaya pemberantasan korupsi justru muncul permasalahan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri. Jika kesulitan sebaiknya dibentuk saja semacam Densus 99 atau yang lainnya yang bertugas untuk menangkap koruptor,” ujar tokoh yang akrab dipanggil Gus Mus.

Ia mengakui, usulannya untuk dibentuk Densus 99 terkait pula persoalan yang sedang berkembang saat ini, terutama adanya penahanan dua pimpinan KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto oleh Polri.

“Seharusnya, pemerintah mengetahui bahwa masyarakat gelisah mengenai penahanan kedua pimpinan KPK tersebut,” ujarnya.

Menurut kiai yang juga dikenal sebagai penyair, pelukis, budayawan, dan cendekiawan ini, semua persoalan yang terjadi saat ini harus dijelaskan kepada masyarakat secara transparan dan jangan ada yang ditutup-tutupi. “Jika semuanya bisa diketahui, tentu tidak ada kecurigaan macam-macam,” ujarnya.

Mengejutkan!!! UFO Kembali Muncul Di Jakarta

Mengejutkan!!! ternyata UFO kembali muncul secara mengejutkan di Jakarta pada malam hari. Bukti ini diperkuat oleh seseorang yang sempat memfoto UFO tersebut. Inilah pengakuan dari orang tersebut yang bernama Hendrik selengkapnya.

Saya ingin bercerita. Saya sebut “Mungkinkah itu UFO?”

Jadi begini, malam itu tepatnya Pada 01 November 2009, pukul 18:20, saya sedang berada di balkon rumah saya yang ada di Karang Anyar, Jakarta Pusat tepatnya. Kondisinya waktu itu sepi sekali. Tak ada satu pun yang berlalu-lalang di jalanan. Ketika saya melihat awan yang indah di tengah sore menjelang malam itu, terlihatlah secercah cahaya kecil.

Awalnya saya pikir itu sebuah bintang, tetapi lama kelamaan, yang terlihat adalah bintang tersebut berjalan perlahan bagaikan benda asing yang sering di sebut “UFO”. Karena saya terkejut, saya langsung berlari dan mengambil ponsel N70, dengan cepat saya arahkan kamera dari ponsel saya, ke langit yang ada cahayanya, dan hasilnya. seperti itu.

Setelah saya mendapatkan foto itu, saya bertanya kepada kakak saya yang berada di kamar, dia hanya mengatakan kalau saya tidak boleh banyak berkhayal (>_<)

Dan sebagian teman saya yang sudah melihat foto tersebut, hanya menganggap kalau itu sebuah cahaya bulan yang tertutup awan mendung.

NOTES:
Foto di atas diambil memang dengan Nokia N70 pada tanggal 01 November 2009 pukul 18:20. Namun ada satu yang menarik dari foto ini sehingga saya memutuskan untuk mempostingnya. Lihat, dibawah ini adalah foto yang saya ubah kontrasnya.

Terlihat adanya dua bulatan lain yang lebih gelap di samping bulatan cahaya. Melihat tiga bulatan tersebut, saya diingatkan dengan ufo berbentuk segitiga yang sering dilaporkan.

Saya tidak percaya bahwa objek itu adalah bulan karena pada saat mendung, umumnya bulan tidak akan terlihat seterang itu. lagipula, saya berasumsi bahwa Hendrik bisa membedakan bulan dengan objek lain.

Oh ya, saya juga tidak mengatakan bahwa foto tersebut adalah sebuah ufo, saya hanya mengatakan bahwa melihat foto tersebut, saya diingatkan tentang ufo segitiga. Saya tidak pernah memastikan sesuatu tanpa bukti kuat dan foto di atas saya anggap bukan sebuah bukti kuat yang menunjukkan adanya sebuah ufo.

Bisa saja dua bulatan gelap tersebut hanyalah bercak pada lensa. Tapi Jika foto itu memang sebuah pesawat alien, melihat jarak dan proporsinya, maka pastilah ukurannya sangat besar.

Bahkan walaupun kita menghilangkan dua bulatan gelap tersebut, objek cahaya tersebut memang menarik, iya kan ?

Kisah Ustadz Yusuf Mansur Dan Security Pom Bensin

Banyak yang Mau Berubah, tapi Memilih Jalan Mundur
Oleh: Yusuf Mansur

Satu hari saya jalan melintas di satu daerah. Tertidur di dalam mobil. Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya berpesan ke supir saya, “Nanti di depan ke kiri ya.”
“Masih banyak, Pak Ustad,” jawab sopir saya.
Saya paham. Si sopir mengira, saya ingin membeli bensin. Padahal bukan.
“Saya mau pipis,” jelas saya pada sopir.
Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti.
“Pak Ustadz!” panggilnya seraya melambaikan tangan dari kejauhan dan mendekati saya.
Saya menghentikan langkah. Menunggu si sekuriti.
“Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya melihat di TV saja,” ujarnya sembari tersenyum sumringah.
Saya juga tersenyum. Insya Allah, saya tidak merasa gede rasa. “Saya ke toilet dulu ya,” kata saya meminta pengertian sang sekuriti.
“Nanti saya pengen ngobrol. Boleh Ustadz?” laki-laki itu berusaha menahan langkah saya.
“Saya buru-buru, lho. Tentang apaan sih?” jawab saya sembari menatapnya tajam.
“Saya bosen jadi satpam Pak Ustad.”
Sejurus kemudian saya sadar. Ini pasti Allah pasti yang memberhentikan langkah saya.
Lagi enak-enak tidur di perjalanan, saya terbangun karena ingin pipis, lantas sampai di sebuah pom bensin, hingga akhirnya bertemu sekuriti ini. Berarti barangkali saya harus berbicara dengannya. Sekuriti ini barangkali “target operasi” dakwah hari ini. Bukan jadwal setelah ini. Demikian saya membatin.
“Ok, nanti setelah dari toilet ya,” jawab saya pada sang satpam.
***
“Jadi, gimana? Bosen jadi satpam? Emangnya nggak gajian?” tanya saya membuka percakapan. Saya mencari warung kopi, untuk bicara-bicara dengan beliau ini. Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Ada minimart-nya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan.
“Gaji mah ada, Ustadz. Tapi masak gini-gini aja nasib saya?”
“Gini-gini aja itu karena ibadah Bapak juga gini-gini aja. Disetel bagaimanapun, agak susah merubahnya.”
“Wah, ustadz langsung nembak aja nih.”
Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah. Tapi umumnya begitulah manusia. Rezeki mau banyak, tapi kepada Allah tidak mau mendekat. Rezeki mau bertambah, tapi ibadah tidak mau ditambah. Dari dulu tetap begitu-begitu saja.
“Sudah shalat ashar?”
“Barusan, Pak Ustadz. Soalnya kita kan tugas. Tugas juga kan ibadah, iya nggak? Ya saya pikir sama saja.”
“Oh, jadi nggak apa-apa telat, ya? Karena menurut Bapak, kerja Bapak adalah juga ibadah?”
Sekuriti itu tersenyum meringis. Mungkin ia jujur mengatakan demikian. Mungkin juga tidak. Artinya, sekuriti itu bisa benar-benar menganggap pekerjaannya sebagai ibadah. Namun bisa juga tidak. Anggapan pekerjaan sebagai ibadah cuma sebatas ucapan saja. Lagi pula jika menganggap pekerjaan-pekerjaan kita adalah ibadah, maka apa yang kita lakukan di dunia ini semuanya juga ibadah kalau kita niatkan sebagai ibadah.
Tapi, hal itu ada syaratnya. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajib dijadikan prioritas nomor satu. Kalau ibadah wajibnya dijadikan prioritas nomor tujuh belas, tentu adalah bohong belaka jika menganggap pekerjaan sebagai ibadah. Lantas, apakah kita tidak boleh meniatkan pekerjaan sebagai ibadah? Tentu saja boleh! Bahkan bagus sekali, bukan hanya boleh. Tapi kemudian kita umpamakan demikian. Suatu saat, kita menerima tamu, kemudian Allah datang. Artinya kita menerima tamu, tepat ketika waktu shalat tiba. Kemudian kita abaikan shalat. Kita abaikan Allah. Nah, apakah demikian masih pantas pekerjaan kita disebut sebagai ibadah? Apalagi kalau kemudian hasil pekerjaan dan usaha, hanya sedikit yang diberikan kepada Allah daripada untuk kebutuhan-kebutuhan kita sendiri. Tampaknya, kita perlu memikirkan kembali ungkapan “pekerjaan sebagai ibadah.”
Saya kembali bertanya pada si sekuriti, “Kata ‘barusan’ itu maksudnya jam setengah limaan, ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini.”
“Ya, kurang lebih, deh,” ujar si sekuriti seraya tersenyum kecut.
Saya masih ingat, dulu saya dikoreksi oleh seorang faqih, seorang alim, bahwa shalat itu harus tepat waktu. Di awal waktu. Bagaimana mungkin kita ingin diperhatikan oleh Sang Maha Memberi Rezeki jika shalat kita tidak tepat waktu?!
Aqimish shalaata lidzikrii. Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. Lalu, kita bersantai-santai dalam mendirikan shalat. Menunda-nunda. Itu kan jadi sama saja dengan menunda-nunda dalam mengingat Allah. Maka lalu saya ingatkan sekuriti itu. Entahlah, saya merasa he is the man yang Allah sedang berkenan mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya.
“Gini ya, Pak. Kalau Bapak shalat asar jam setengah lima, maka Bapak jauh sekali tertinggal untuk mengejar dunia. Bapak sudah telat sejam setengah jika waktu ashar sekarang dimulai pada jam tiga kurang sedikit. Bila dalam sehari semalam kita shalat telat terus, dan kemudian dikalikan sejak akil baligh, sejak diwajibkan shalat, kita telat terus, maka berapa jarak ketertinggalan kita? 5 x 1,5 jam, lalu dikalikan sekian hari dalam sebulan, dan sekian bulan dalam setahun, dan dikalikan lagi sekian tahun kita telat. Itu baru soal telat saja. Belum kalau ketinggalan atau kelupaan. Lebih bahaya lagi kalau benar-benar sengaja tidak shalat! Wah, makin jauh saja mestinya kita dari senang!”
Mudah-mudahan sekuriti ini paham apa yang saya katakan. Dari raut mukanya, tampaknya ia paham. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara, ya. He…he..he. Belagu ya saya? Masa perkataan cetek begini harus ditanyakan pada lawan bicara, paham apa tidak.
Saya juga menjelaskan pada si sekuriti. Jika dia merupakan alumni SMU yang selama ini telat shalatnya, maka kawan-kawan seangkatannya mungkin sudah banyak yang maju. Sementara dia sendiri seperti diam di tempat. Misalkan, seseorang membuka suatu usaha. Lalu ada orang lain lagi yang juga membuka usaha. Sementara yang satu usahanya maju, dan yang lainnya sempit usahanya. Nah, bisa jadi hal itu karena ibadah yang satu itu bagus, sedangkan yang lain tidak.
Dan saya mengingatkan kepada Anda sekalian untuk tidak menggunakan mata telanjang guna mengukur kenapa si Fulan tidak shalat, dan cenderung jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu rajin shalat dan banyak kebaikannya, namun hidupnya susah. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini cukup kompleks. Tapi bisa diurai satu-satu dengan bahasa-bahasa kita, bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat dengan fakta. Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian.
“Terus, mau berubah?” tanya saya kembali kepada si sekuriti.
“Mau, Pak Ustad! Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih, kalau tidak serius?”
“Ya udah, deketin Allah, deh. Ngebut ke Allah.”
“Ngebut gimana?”
“Satu: benahi shalatnya. Jangan setengah lima-an lagi shalat asharnya. Pantangan telat! Kejar rezeki dengan kita yang datang menjemput Allah. Jangan sampai keduluan Allah.” Si sekuriti mengaku mengerti, maksudnya adalah bahwa sebelum azan ia sudah siap di atas sajadah. Kita ini menginginkan rezeki dari Allah, tapi tidak berusaha mengenali Dia Yang Membagi-bagikan rezeki.
Contohnya, para pekerja di tanah air ini. Mereka bekerja supaya memperoleh gaji. Dan gaji itu merupakan rezeki. Tapi giliran Allah memanggilnya, malah perilakunya seperti tidak menghargai Allah. Padahal hakikatnya, Allah yang menjadikan seseorang bisa bekerja. Ini kan aneh. Saat menemui, penampilan rapi, wangi, dan betul-betul dipersiapkan sedemikian rupa. Namun, giliran mereka menemui Allah, pakaian mereka sembarangan. Amit-amit. Tidak ada persiapan. Bahkan, tidak segan-segan mereka menunjukkan wajah dan fisik yang lelah. Hal itu berarti tidak mengenal Allah.
“Kedua,” saya teruskan, “keluarkan sedekahnya!”
Saya ingat betul. Sekuriti itu tertawa.
“Pak Ustadz, bagaimana saya bisa sedekah, hari ini saja belanjaan di rumah sudah habis? Saya terpaksa berhutang lagi di warung. Saya sudah mulai mengambil barang dulu, bayar belakangan.”
“Ah, Bapak saja yang barangkali kebanyakan beban. Memang gajinya berapa?”
“Satu koma tujuh, Pak Ustadz.”
“Wuah, itu mah besar sekali. Maaf, ya, untuk ukuran sekuriti, yang orang sering sebut orang kecil, gaji segitu sudah besar.”
“Yah, kan saya harus bayar cicilan motor, kontrakan, susu anak. Bayar ini, bayar itu. Emang nggak cukup, Pak ustadz.”
“Itu gaji bisa gede, emang sudah lama kerjanya?”
“Kerjanya sih sudah tujuh tahun. Tapi gaji gede bukan karena sudah lama kerjanya. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem, Ustadz.”
“Kok bisa?”
“Ya, sebab saya tinggal di mess. Saya nggak tahu gimana boss menghitung sampai ketemu angka 1,7jt.”
“Terus, kenapa masih kurang?”
“Ya itu, sebab saya punya tanggungan banyak.”
“Secara matematis, lepaskan saja tanggungan yang tidak perlu, seperti motor. Ngapain juga ente kredit motor? Kan nggak perlu?”
“Pengen kayak orang-orang, Pak Ustadz.”
“Ya susah kalau begitu, mah. Ingin meniru orang lain hanya pada soal motornya saja. Bukan ilmu dan ibadahnya. Bukan cara dan kebaikannya. Repot!”
Sekuriti ini nyengir. Memang kalau motor ini dilepas, dia bisa menghemat 900 ribu.
Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Tidak jelas bagaimana ia menutupi kebutuhannya yang lain. Biaya kontrakan saja, termasuk air dan listrik, sudah Rp. 450 ribu. Kalau melihat keuangan model begini, tentu saja defisit terus.
“Ya sudah. Sudah terlanjur, ya. Oke, shalatnya gimana? Mau diubah?”
“Mau, Ustadz. Saya mau benahi shalat saya.”
“Bareng sama istri, ya. Ajak dia. Jangan sendirian. Ibarat sandal, lakukan berdua. Tambah baik kalau anak-anak juga diajak. Ajak semua anggota keluarga untuk membenahi shalat!”
“Siap, Ustad!”
“Tapi sedekahnya tetap harus dilaksanakan, lho!”
“Yah, Ustadz. Kan saya sudah bilang, tidak ada yang bisa disedekahkan!”
“Sedekahkan saja motornya. Kalau tidak motor, barang apa saja yang lain!”
“Jangan, Ustadz. Saya masih sayang motor ini. Susah lagi belinya. Tabungan juga nggak ada. Emas juga nggak punya.”
Sekuriti ini berpikir, saya kehabisan akal untuk nembak dia. Tapi saya terus berpikir keras untuk mencari solusinya. Kalau dia hanya memperbaiki shalatnya saja, tapi sedekah tidak dilaksanakan, maka keajaiban akan lama muncul. Demikianlah, menurut ilmu yang saya peroleh. Namun tentu saja, lain cerita ceritanya jika Allah berkehendak lain.
“Pak, kalau saya tunjukkan bahwa sebenarnya Bapak bisa sedekah, bahkan besar jumlah sedekah yang bisa dikeluarkan, Bapak mau percaya, nggak?” ujar saya kemudian.
Si sekuriti mengangguk.
“Oke, kalau sudah saya tunjukkan, mau melaksanakannya?”
Sekuriti ini mengangguk lagi. “Selama saya bisa, saya akan laksanakan,” katanya mantap.
“Gajian bulan depan masih ada nggak?”
“Masih. Kan belum bisa diambil?”
“Bisa! Dicoba dulu!”
“Nanti bulan depan saya hidup gimana?”
“Yakin nggak sama Allah?”
“Yakin.”
“Nah, kalau yakin, titik. Jangan koma. Jangan pakai kalau.”
Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon guna bersedekah sebisa mungkin. Tapi saya jelaskan kepada sekuriti agar diusahakan menyedekahkan semua gajinya. Hal itu agar jumlah sedekah betul-betul signifikan. Dengan demikian, perubahan yang akan terjadi juga betul-betul dirasakan. Dia berjanji akan membenahi mati-matian shalatnya. Termasuk dia akan laksanakan semaksimal mungkin shalat taubat, hajat, dhuha, dan tahajjud. Dia juga berjanji untuk rajin mengisi waktu senggang dengan membaca Alquran..
Tampaknya, si sekuriti itu sudah lama tidak berlari kepada Allah. Shalat Jum’at saja menunggu qomat. Wah, susah juga. Keadaan seperti justru ia anggap sebagai sesuatu yang wajar. Hal itu karena tugasnya sebagai sekuriti. Toh, tugas yang dilakukannya ia anggap sebagai ibadah. Itulah barangkali yang telah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi seorang sekuriti sekian tahun. Padahal dia Sarjana Akuntansi! Ya, rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Pantas saja dia merasa bosan dengan posisinya sebagai sekuriti. Tidak sesuai dengan keinginan hatinya. Tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Tapi demikianlah hidup. Apa boleh buta, eh, apa boleh buat. Mungkin yang penting bagi dia saat itu adalah memperoleh pekerjaan dan mendapat gaji.
Bagi saya sendiri, tidak masalah memiliki banyak keinginan. Asal keinginan itu sesuatu yang diperbolehkan dan masih dalam batas-batas wajar. Juga tidak masalah memimpikan sesuatu yang belum tercapai. Asal hal itu dibarengkan dengan peningkatan ibadah kita. Sebagaimana realitas sosial sekarang ini, meskipun harga barang-barang melejit naik, kita tidak perlu khawatir. Ancam saja diri kita sendiri agar mau meningkatkan ibadah-ibadah kita. Jangan malah berleha-leha karena akan membuat hidup kita justru tergilas dengan tingginya harga barang-barang.

***

Sekuriti ini kemudian menemui atasannya guna meminjam uang. Ketika ditanya oleh sang atasan untuk apa, dia hanya nyengir tidak menjawab. Tapi ketika ditanya jumlah yang mau dipinjam, ia pun menjawab, “Semuanya! 1,7 juta. Utuh sejumlah gaji yang biasa diterima.”
“Tidak bisa!” kata komandannya.
“Tolonglah, Pak,” jawab sekuriti memelas, “Saya kan belum pernah kasbon. Tidak pernah berani. Baru kali ini saya berani.”
Sang komandan terus mengejar alasan si sekuriti berhutang. Akhirnya, ia pun menceritakan pertemuannya dengan saya. Singkat cerita, sekuriti ini direkomendasikan untuk bertemu langsung dengan owner SPBU ini. Menurut sang komandan, permohonan bon lewat jalur formal susah dikabulkan. Kalau pun dikabulkan, paling hanya sejumlah 30% dari total jumlah gaji. Itu juga belum tentu bisa dicairkan dalam waktu cepat.
Di luar dugaan, sang owner justru menyetujui permohonan bon si sekuriti. Persetujuan itu juga karena dibantu sang komandan yang ikut merayu.
“Katanya, buat sedekah, Pak,” jelas sang komandan kepada sang big boss.
Subhaanallaah! Semua orang di pom bensin itu mengetahui perubahan yang terjadi. Kisah sang sekuriti yang bertemu dengan saya serta kisah perjuangannya bersama sang komandan untuk meminjam uang, menjadi sesuatu yang dinanti-nantikan the end story-nya. Termasuk dinanti oleh sang pemilik pom bensin.
“Kita coba lihat, berubah nggak tuh nasib si sekuriti,” begitulah pemikiran kawan-kawannya yang tahu bahwa ia i ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah.
Hari demi hari, sekuriti ini diperhatikan oleh kawan-kawannya. Ia kini rajin sekali shalat. Selalu tepat waktu. Ibadah-ibadah sunah juga lumayan istiqamah. Mengetahui hal itu, sang bos pun senang, sebab tempat kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Apalagi kenyataannya si sekuriti tidak mengurangi kedisiplinan kerja. Raut mukanya justru selalu tampak cerah. Keceriaan sang sekuriti itu karena, menurutnya, ia sedang menunggu janji Allah. Dan dia yakin, janji Allah pasti datang. Demikian ia jelaskan kepada teman-temannya yang meledek dirinya. Mereka mau ikut rajin shalat dan sedekah jika ia memang berhasil dengan “eksperimen gila”-nya itu.
Saya tertawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. Bukan apa-apa, saya justru suka tantangan yang demikian. Sebab insya Allah, pasti Allah tidak akan tinggal diam. Dan barangkali Allah akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si sekuriti. Hal itu agar sang sekuriti benar-benar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang belum memiliki iman. Saya pun tersenyum dengan keadaan ini, sebab Allah pasti tidak akan mempermalukan si sekuriti.
Suatu hari sang bos berkata, “Kita lihat saja dia. Kalau dia tidak mengambil kasbon, berarti dia berhasil. Tapi kalau dia kasbon, maka kelihatannya dia gagal. Sebab buat apa menyedekahkan gaji bulan depan, kalau kemudian ia mengambil kasbon lagi. Percuma!”
Tapi subhaanallah! Sampai akhir bulan berikutnya, si sekuriti ini tidak mengambil kasbon. Berhasilkah? Tunggu dulu. Kawan-kawannya ini tidak melihat motor besarnya lagi. Jadi, ia tidak mengambil kasbon karena ia masih memiliki uang dari hasil jual motor, bukan dari keajaiban mendekati Allah. Hingga akhirnya ketika sang sekuriti bertemu dengan si boss, ia pun ditanya tentang sesuatu yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya sendiri.
“Benar nih, nggak kasbon? Udah akhir bulan, lho. Yang lain bakal menerima gaji. Sedang gaji Bapak kan sudah diambil bulan kemarin,” kata si boss serius.
Kepada saya, sekuriti ini mengatakan bahwa ia memang sudah siap-siap mau kasbon kalau sampai pertengahan bulan ini tidak ada tanda-tanda keberhasilan. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini benar-benar membikin orang tercengang! Apa pasal? Hal itu karena ternyata betul-betul terjadi keajaiban setelah ia membenahi shalatnya dan memberikan sedekah dengan jumlah besar yang belum pernah ia lakukan seumur hidup! Mempertaruhkan hidupnya dengan menyedekahkan semua gaji bulan depannya. Semuanya tanpa tersisa!
Keajaiban itu berawal ketika di kampung halaman si sekuriti terjadi transaksi tanah, yang melibatkan dirinya. Padahal dirinya tidak terlibat secara fisik. Ia sekedar menjadi mediator lewat SMS ke pembeli dan penjual. Dari transaksi inilah, Allah mengganti sedekah yang ia keluarkan dari gajinya sebesar Rp 1,7 juta menjadi 10 kali lipat. Bahkan lebih!
Allah memberinya karunia berupa komisi penjualan tanah di kampungnya sebesar Rp 17,5 juta! Dan hal itu terjadi begitu cepat. Kejadian itu terjadi masih dalam bulan yang sama, belum berganti bulan. Sadar betapa besarnya anugerah Allah, akhirnya dia malu sendiri kepada Allah. Motor yang selama ini dia sayang-sayang, dia jual! Uangnya digunakan untuk sedekah. Uang hasil penjualan motor dia gunakan untuk membiayai keberangkatan haji ibunya, satu-satunya orang tuanya yang masih hidup. Subhaanallaah!
Sayang sekali, uang hasil penjualan motor itu tetap tidak cukup untuk menutupi ongkos haji. Karena dijual cepat, harga motornya tidak sampai Rp 13 juta. Akhirnya, ia tambahkan sendiri sebesar Rp 12 juta yang berasal dari uangnya sendiri yang ia peroleh dari komisi penjualan tanah. Dengan demikian, sang ibu memiliki uang sebesar Rp 25 juta. Jumlah itu sudah cukup untuk daftar naik haji. Tambahan ongkos yang lain berasal dari simpanan ibunya sendiri.
Masih menurut cerita si sekuriti, ia merasa aman dengan uang Rp 5 juta, sisa dari komisi transaksi tanah itu. Dan dia merasa tidak memerlukan motor lagi. Dengan uang ini, ia aman dan tidak perlu kasbon.
Tak ayal, sang bos pun berdecak kagum. Dia lalu kumpulkan semua karyawannya dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini. Apakah cukup sampai di situ perubahan yang terjadi pada diri si sekuriti?
Tidak! Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut sebagai sarjana S1 Akuntansi. Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang lain, dan dijadikan staf keuangan di sana. Masya Allah, masya Allah, masya Allah! Berubah, berubah, berubah! Saudara-saudaraku sekalian. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. Tapi soal tauhid. soal keyakinan dan iman seseorang kepada Allah, Tuhannya. Tauhid, keyakinan, dan imannya ini bekerja menggerakkan dia hingga mampu berbuat sesuatu. Tauhid yang menggerakkan!
Begitu saya mengistilahkan. Sekuriti ini mengenal Allah. Dan dia baru sedikit mengenal Allah. Tapi lihatlah, ilmu yang sedikit ini diterapkan olehnya dan diyakini. Akhirnya? Jadi! Bekerja penuh buat perubahan dirinya, buat perubahan hidupnya. Subhaanallaah, masya Allah. Dan lihat juga cerita ini, seribu kali si sekuriti ini berhasil keluar sebagai pemenang, siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya kawan-kawan sepom bensinnya pun belum tentu ada yang mengikuti jejak suksesnya si sekuriti ini. Barangkali cerita ini akan lebih dikenang sebagai sebuah cerita manis saja. Setelah itu, kembali lagi pada rutinitas dunia.
Yah, barangkali tidak semua ditakdirkan menjadi manusia-manusia pembelajar. Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta KuliahOnline yang saat ini mengikuti esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah? Atau mau bertanya, siapa sekuriti ini yang dimaksud? Di mana pom bensinnya? Bisakah kita bertemu dengan orang aslinya? Berdoa saja. Sebab kenyataannya juga buat saya tidak gampang menghadirkan testimoni aslinya. Semua orang punya prinsip hidup yang berbeda. Di antara semua peserta Kuliah Online saja ada yang insya Allah saya yakin mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini.
Sebagian memilih diam saja, dan sebagian lagi memilih menceritakan ini kepada satu dua orang saja. Hanya orang-orang tertentu saja yang memilih untuk benar-benar terbuka untuk dicontoh.
Dan memang bukan apa-apa, ketika sudah dipublikasikan, memang tidak gampang buat seseorang menempatkan dirinya untuk menjadi contoh. Yang lebih penting buat kita sekarang ini, bagaimana kemudian kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah ini. Kita lari kencang menuju Allah. Ngebut meraih rahmat-Nya.
Bagi mereka yang merasa banyak dosa, tak perlu terus-terusan meratapi dosa. Kejar saja ampunan Allah dengan memperbanyak taubat dan istighfar, lalu mengejarnya dengan amal saleh. Persis seperti yang tulisan-tulisan sebelumnya, ungkapan itulah yang dijadikan penutup esai ini.

Dicecar Pansus, Sri Mulyani zikir

Sri Mulyani Indrawati sungguh luar biasa, seorang Menteri yang sangat kuat pada saat tampil di depan Pansus Century, terus menerus ditekan sepanjang waktu berjalan, tapi keteguhan seorang Menteri Keuangan ini sangat teguh, ia menjawab cecaran pertanyaan Pansus Century sambil berdikir kepada ALLAH Azza wa Jalla dengan memegang tasbih di bawah meja.

Sidang Pansus sudah sekitar dua jam berjalan. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun tak henti-hentinya diberi pertanyaan bertubi-tubi oleh anggota Pansus di DPR. Pertanyaan baru disampaikan dari dua fraksi yakni dari Hanura dan Partai Kebangkitan Bangsa (Fraksi Kebangkitan Bangsa).

“Tensi panas” sudah mulai terasa sebelum masing-masing fraksi diberi kesempatan bertanya. Pada saat pemeriksaan mulai dibuka, berbagai hujan interupsi muncul mempersoalkan hak proporsional bagi masing-masing fraksi untuk menyampaikan pertanyaan ke Sri Mulyani.

Untuk membahas hak proporsional masing-masing fraksi saja berlangsung sekitar 45 menit. Keributan berakhir dengan diberinya kesempatan pertama untuk anggota Pansus dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Anna Muawanah bertanya.

Anna Muawanah menghujani Sri Mulyani dengan pertanyaan tentang kondisi dan bagaimana situasi sistemik saat Century diselamatkan. Sri Mulyani dengan gesit menjawab dampak sistemik yang dimaksud. Jawaban Sri Mulyani kerap dipotong oleh Ana, dan berlanjut dengan pertanyaan lain.

Giliran kedua jatuh pada anggota Fraksi Hanura, Akbar Faisal. Akbar mencecar Sri Mulyani soal siapa yang harus bertanggungjawab atas penggelontoran dana penalangan alias bailout senilai Rp 6,7 triliun kepada Bank Century.

Pertanyaan bertubi-tubi dan berulang-ulang, serta jawaban Sri Mulyani yang kerap dipotong anggota Pansus membuat ’suhu’ memanas di dalam ruang terus bertambah. Sembari memberikan jawaban, Sri Mulyani ternyata melakukan kegiatan lain. Tangan Sri Mulyani yang banyak dibawah meja ternyata memegang tasbih. Disela-sela pertanyaan anggota pansus,Sri Mulyani menjawab sembari berdzikir dengan mengikuti putaran bola-bola tasbih.